|
 | BERANI | May 14, 2007 |
BERANI Dituntut dengan semangat pemberontak terhadap segala bentuk penindasan, ia adalah seorang garda revolusioner pilihan, rakyat yang ia cintai dan ia agungkan adalah dasar keberaniannya, melawan, melawan dan melawan, membela rakyat adalah tindakan yang suci dan harus alasan inilah yang membentuk dirinya tidak kenal takut (Bung Karno) Ornamen Kesunyian Oleh: Yoyong Amilin
ISBN : 9786028543576 Rilis : 2010 Halaman : 84p Penerbit: Bisnis2030 Bahasa : Indonesia Rp.30.250
PEMESANAN BISA LANSUNG DI:
http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-32160/ornamen-kesunyian.html atau bisa juga melalui inbox saya: BERIKUT BERAPA KOMENTAR ORNAMEN KESUNYIA: Keistimewaan Yoyong Amilin adalah kelancarannya berkisah dalam puisi-puisinya yang memang cenderung naratif. Diksi dan retorika yang Yoyong pilih juga tidak akan menyulitkan pembaca awam atau mereka yang baru saja memutuskan untuk menyukai sastra. Karena kecenderungannya untuk berkisah maka puisi-puisi Yoyong juga bisa disebut sebagai benang merah antara puisi dan prosa. Hebatnya lagi, Yoyong bisa membuat puisi-puisi bertema religius menjadi enak (baca:tidak berat) dibaca, sama enaknya seperti saat membaca puisi-puisinya yang bertema cinta dan erotisme yang halus.
Iwan "Bung Kelinci"
Dosen & Penulis
Buku kumpulan puisi Yoyong Amilin kali ini bercerita banyak hal, mulai dari tingkah polah manusia yang amat pribadi, sampai dengan demokrasi dan negara. Bait-bait puisinya juga disampaikan dalam berbagai variasi gaya mulai dari yang pendek-pendek, berbaris sampai dengan bait yang ditulis mirip prosa, seolah tanpa membedakan antara satu bait dengan bait berikutnya. Bagi penyair yang masih semuda Ayong tentu ini akan memberikan warna penjelajahan yang kelak kemudian hari akan menjadi pondasi dalam perjalanan kepenyairannya. Pondasi yang kaya akan berbagai makna kehidupan seperti yang tercermin dalam gaya penulisan maupun cara bertutur yang terkadang menertawakan diri sendiri maupun orang lain, seperti pada satu puisinya : demokrasi, puisi ini menggelitik dan penuh misteri apalagi bait hanya berisi satu kata : h...a...n...y...a.... Sip sip selamat berkreasi, selalu. amin.
Atik Bintoro
Penyair & Peneliti LAPAN
Sebagai seorang dosen, saya terkesima membaca hasil karya ini, yang ditulis seorang muda bernama yoyong. Ia mengalirkan rasa hati dan jiwanya, melalui renungan dan pemikirannya yang dalam, tentang kehidupan di sekitar dirinya.
Saya terkesima, di hiruk-pikuknya kehidupan yang pragmatis saat ini, terutama di lingkungan muda, ternyata masih ada yang berselimut idealisme. Ia mengemukakan keresahan, kecintaan, dan kerinduan jiwanya yang dalam, tentang makna sebuah ke indahan.
Ia mengungkapkan semua itu, melalui hasil karyanya yang nyata di hadapan para pembaca yang budiman. Semoga…..
Ibrahim M. Diah
Dosen
HIKAYAT PERAHU badai bermula dari airmata hingga terdampar di tandus bukit lewati gurun dan pesawahan telanjang kau bingung perahu yang mana yang mampu lewati panjang pelayaran sampai airmata tertuntaskan dan Nuh tersandar di gundukan batu bersama perahu yang paling kau sayangi yang sering kau pakai ngarung lautan perahumu untuk mengintai ikanikan menghidupi anakmu yang terlahir sungsang ***
BERLAYAR kulayari laut sajak menuju samudera kata riak tanda baca selalu menggoyang perahu perahu mungil dari batang sepi dengan layar bait puisi tiba di muara antologi badan sungai bercabang kiri menuju luas perenungan kanan kembali ke muasal sepi sementara dalam diri kata berebut diksi di ujung layar kata meronta kembali ke asal : muasal tuturan ***
SENANDUNG TOMPO Di altar janari Jari kita saling merengkuh Mengumpulkan pecahan bulan Sisa mimpi tadi malam ***
KASUR kau yang paling memahami tiap lelah ini, lewat bisikan pori dari malammalam yang berlalu entah sampai kapan kau sajikan mimpi bagi lelap yang kuarungi di tubuhmu mentari pagi tak mampu menerjemahkan gigil ***  | Janji | Apr 7, '10 2:27 AM for everyone |
tuhan
surgamu masih di alamat lama kan?
Apakah kita masih memupuk sikap kepedulian dalam diri kita di tengah kehidupan yang serba praktis dewasa ini?, di tengah arus gelombang kehidupan yang serba praktis ini masih adakah sedikit rasa peduli kita?
Kehidupan kita dewasa ini bergerak menjadi kehidupan masyarakat yang serba praktis dan instan dalam keseharian. Ambil contoh mudah kalau kita jalan-jalan ke Mall akan sangat banyak kita jumpai bermacam bagai produk instan yang siap saji mulai dari nasi goreng sampai ke bermacam atribut lain yang berbau instan tersebar diseantero kehidupan kita sampai kepada pelayanan sex instan juga ada. Bukan hanya itu sekarang wabah instan telah merasuki relung-relung dunia hiburan kita ambil contoh kontes-kontes penyanyi (dangdut dadakan, mama mia, idol-idolan, dll) dengan cara poling sms adalah salah satu contoh keinstanan ini, hasilnya cukup efktip menarik ribuan orang yang bercita-cita menjadi artis secara instan.
Hal yang serba instan kayak gini tentu bukan sebuah kesalahan dan bukan sesuatu yang salah apa lagi kalau kita kaitkan dengan produk-produk instan tersebut akan sangat membantu bagi kita yang cukup sibuk dalam hari-hari sehingga tidak mempunyai waktu banyak untuk berada di dapur. Namun hal instan ini akan menjadi laten kalau kebiasaan serba instan ini di terapkan dalam kehidupan dengan cara salah tempat.
Sebagai contoh penerapan kehidupan instan yang salah tempat kita ambil pemberitaan di media dewasa ini ada berita tentang kasus seorang petugas pajak yang menggelapkan pajak sampai milyaran rupiah, kenapa hal ini terjadi?, saya rasa ini semua karena keinginan kaya secara instan maka jalan mendaki seperti itu di lakoni.
Nah, coba kita bayangkan seandainya penerapan instan yang salah seperti ini dilakukan oleh seseorang yang ingin menjadi sastrawan, tentu akan menjadi sebuah hal yang memalukan wajah kebudayaan kita karena dapat di pastikan jalan yang dia pilih adalah plagiator, Jalan cepat tanpa menempuh proses panjang sebuah penempahan untuk jadi dan menjadi.
Kehidupan serba praktis seperti ini juga bukan hanya terjadi dan mendera kaum elite kita saja tapi juga telah menyentuh kehidupan sampai keakar rumput. Jika saja kita coba untuk sedikit peka akan kita dapati disekitar kita yang lebih muda di biskota dan dilampu merah akan kita temui segerombolan anak kecil berkerumun disitu, mereka bukan sedang main tapi mereka sedang mencari uang dengan cara yang mereka bisa (ngamen/ngemis), pertanyaannya kenapa hal ini terjadi?
Hal ini terjadi karena keinginan instan dan praktis dari orang tua merekaq untuk memberdayakan mereka menjadi mesin uang. Jika hal ini di biarkan berlarut-larut tentu akan semakin memprihatinkan kehidupan masa kecil yang seharusnya bisa mereka habiskan untuk main-main akhirnya tergerus oleh keingina instan orang tua mereka yang memberdayakan ereka untuk mencari uang. Apabila hal ini berlanjut tidak menutup kemungkinan hal serupa akan mereka lakukan juga terhadap anak mereka jika mereka berkeluarga kelak.
Mewabahnya kehidupan serba instan ini tentu menjadi tugas dari kita semua untuk sama-sama merenungkan jalan keluar semua ini agar prilaku instan hanya berada dii jalur yang sewajarnya dan memang memerlukan keinstanan itu, dan instan tidak menjadi laten dalam kehidupan kita namun dengan adanya sesuatu yang serba instan sewajarnya bisa menjadi sebuah dinamika yang positip untuk menciptakan keadaan yang kondusif untuk menjadi sebuah ruang penciptaan kita. Akhirnya sebagai penutup mari kita sama-sama memikirkan ini agar instan ini tidak berada ditempat yang salah, akhirnya saya coba kita renungkan bersama bagaimana kalau tradisi instan ini masuk keistanah negara sehingga menciptakan presiden yang instan tanpa di ketahui track record yang jelas dalam kepemimpinan dan politik, mengerikan…!!!
Salam Takzim Yoyong Amilin Hupsss.... ada rasa legah juga sebab tanggal 24 Agustus 2008, setelah bersusah payah selama berapa bulan akhirnya waktu yang dinanti tiba untuk moment acara yang menurut orang mungkin kecil tapi setidaknya menurut kami panitia yang sudah jungkir balik ini acara besar. Seperti biasa apabila ada acara yang akan dilaksanakan maka dari jauh-jauh hari proposal untuk sponsor pasti sudah diedarkan (maklum ada kemauan tapi gak ada modal), dan untuk itu panitia sudah melanglang buana dari pintu Perusahaan kepintu perusahaan yang lain, seperti biasa Perusahaan ada yagn mendukung dan yang menolak, walaupun kebanyakan berakhir dengan penolakan (hiks..hiks..menyedikan) namun hati terasa puas karena mereka telah terusterang menolak secara janta. Setelah semua diusahakan namun dana terkumpul masih belum mencukupi akhirnya panitia mengadakan rapat dan keputusan diambil untuk mencoba untuk mengajukan proposal kepada birokrasi tertinggi di kota ..... ( atas koordinasi dengan pemegang hakcipta maka nama kota ada pada redaksi... he...he..) untuk diminta bantuan, singkat kata singkat cerita Proposalpun dilayangkan melalui seorang teman, setelah lumayan membosankan dalam penantian akhirnya ada kabar juga dari teman tersebut bahwa Birokrasi tersebut meminta untuk mengadakan persentasi, setelah mengadakan poling selama dua hari dua malam dikirimlah utusan terpilih untuk memenuhi keinginan birokrasi tersebut dengan harapan ada dana yang akan didapat. Alangkah terkejutnya kita semua melebihi keterkejutan waktu mendengan tsunami di aceh ternyata saudara-saudara jawaban dari Birokrasi tersebut, bahwa mereka hanya mampu memberikan piala sebanyak satu biji untuk piala bergilir (miskin banget), dalam keterkejutannya panitia bertanya-tanya benarkah mereka tidak ada dana untuk sebuah acara seni yang justru akan memajukan geliat kesenian di daerah jajahan mereka sehinggah hanya mampu membeli satu piala (iya kalau baru kalau bekas) atau dana ada namun biaya kampanye belum balik modal jadi kalau mereka memberi dana akan memperlambat pengembalian biaya kampanye, mungkin?. Setelah kita rapat lagi melakukan jajak pendapat yang berakhir dengan poling keputusannya piala tersebut tidak akan diambil, untuk apa mengambil sesuatu dari orang yang lebih miskin dari kita namun nantinya akan jadi omongan besar mereka dalam laporan akhir tahun atau mungkin juga jadi lasan mereka untuk membengkakkan APBD dengan alasan melakukan kegiatan tersebut atau di jadikan mereka untuk nampang biar dilihat oleh masyarakat umum bahwa mereka juga dekat dengan rakyat dan bisa mendapat simpati untuk pemilihan selanjutnya. Semoga piala bergilir itu tetap tersimpan di kandang mereka sebagai serah terima pergiliran kekuasaan bila biaya kampanye mereka telah balik modal dan mereka telah mendapatkan untung, sehinggah mereka tidak berminat lagi untuk menjadi penjajah di tempat mereka. dengan harapan kami semoga piala bergilir itu bisa mereka jadikan simbol bergilir dalam menjajah rakyat lemah. Berapa hari yang lalu saya mendapat kabar dari kampung yang isinya ngasih tahu bahwa ada tetangga sebelah rumah yang nikah. Saya coba mengingat tetangga sebelah yang mana yah?, sebab saya sudah agak lupa maklum sudah lama nggak pulang kampung, seingat saya anak tetangga sebelah masih kecil (tapi nggak kecil banget sih) dan paling sekarang baru tamat SMP. Untuk menyakinkan itu saya kirim sms balik ke Kampung ternyata yang saya ingat benar, tangga sebelah itu memang baru tamat SMP, orang tua saya menambahkan dalam SMS nya bahwa bukan hanya tetangga gue tapi masih banyak lagi warga kampung saya yang baru tamat SMP tapi sudah memilih menikah. Tanpa sadar saya merasa terhenyak mendengar kabar yang saya terima itu. Hal ini bukan berarti karena saya sudah merasa lebih dewasa dari mereka tapi belum menikah. Yang membuat saya terhenyak bukan itu semua tapi saya mencoba menerka kira-kira apa yang mereka pikirkan, kenapa mereka begitu mudah memutuskan untuk menikah?, bukankah usia seperti mereka masih waktunya untuk menimba ilmu?, bukankah jalan pendidikan yang mereka tempuh masih jauh?. Kembali pikiranku bertanya-tanya setelah menikah nanti apakah mereka akan bisa menjaga rumah tangga mereka, yang lebih saya takutkan nantinya pikiran mereka untuk main-main dan bersenang-senang dan lupa bahwa mereka sudah berkeluarga akhirnya keluarga baru yang mereka bina mengalami ribut yang berujung pada perceraian, itu artinya menamba lagi satu catatan angka perceraian dalam standar nikah muda di Indonesia. Dalam keadaan pikiran terhenyak kaset-kaset memori yang terekam dalam benak tentang masa-masa waktu saya seusia mereka memutarkan rekaman-rekaman yang selama ini tersimpan, pada masa itu saya bersama teman-teman sepermainan tidak pernah terpikir untuk menikah diusia dini. Kita menikmati kesenangan-kesenangan pada usia itu, dari belajar bersama, bermain dan banyak lagi hal-hal yang saya lakukan bersama teman-teman untuk mengisi waktu-waktu yang ada sehingga pikira-pikiran untuk menikah usia dini tidak pernah sekalipun merasuk dalam pikiran. Disamping hal-hal tersebut kita sama-sama melakukan kompetisi dalam hal belajar untuk berlomba-lomba berusaha menjadi yang paling unggul dan bisa berbangga diri masuk kesekolah yang diidamkan. Kisah-kisah saya bersama teman-teman berputar mengulangi peristiwa demi peristiwa, momen demi momen yang mana yang kita lakukan setiap pulang sekolah, permainan yang sering kita lakukan adalah Galar ( permainan kampung yang mana tanah digaris berbentuk jalaur-jalur dan didalam garis ada yang menjaga kita berusaha melewati garis itu tanpa tersentuh penjaga), dan banyak lagi yang kita lakukan, kalau waktu cukup banyak kita sering melakukan sepeda santai melewati kampung-kampung tetangga, camping juga menjadi hiburan paforit kalau waktu liburan sekolah tiba. Tapi ini bukan berarti saya menentang pernikahan diusia muda, juga bukan berarti saya meragukan mereka dalam membina rumah tangga walaupun banyak rumah tangga yang dibina dalam usia muda kandas diperjalanan namun banyak juga mereka yang bisa mempertahankan rumah tangga mereka sampai ke usia senja. Ini semua kembali ke pribadi masing-masing kalau kita merasa mampu menjalani pernikahan diusia muda dan kita merasa mapan no problem jalani aja, bukankah Jodoh, Rezeki, Maut dan Musibah semua sudah diatur oleh sang maha tunggal dan sang maha pengatur skenario kehidupan setiap makhluk. Walaupun segalanya sudah diatur oleh yang kuasa bukankah tugas kita sebagai manusia untuk mempelajari gejala-gejala alam dan kejadian disekitar kita untuk menganalisanya. Begitu juga dengan pernikaha usia muda di kampung saya kemungkinan ada berapa hal yang perlu kita tarik kesimpulan mengapa gejala ini akhir-akhir ini mewabah. Yang pertama kemungkinan dari factor modernisasi dan reformasi dibidang teknologi yang maju pesat, sehingga siaran televisi bisa diterima dimana-mana, kenapa saya cantumkan ini menjadi factor penyebabnya karena kita lihat tayangan televisi dewasa ini sangat jauh dari yang namanya berbobot dan mendidik hal yang berbau sahwat menjadi sesuatu yang lumrah untuk ditayangkan, dan tanpa kita sadari mereka yang selama ini jarang menonton tayangan seperti ini jadi tayangan ini membanjir dan mereka melihat dan menonton adrenalin mereka yang masih labil tersugesti dengan tontonan yang mereka lihat sehingga mereka merasa pernikahan jadi jalan keluar, tapi tidak bisa kita salahkan sebab pernikahan ini lebih baik dari pada mereka melakukan zinah. Yang kedua Faktor internal dari kampung saya sendiri yang mana sarana buat generasi muda nyalurin bakat dan kreatifitas mereka tidak ada, jadi rutinitas yang mereka jalani sehabis sekolah Cuma keluyuran dan kumpul-kumpul sama teman-teman dan ngobrol ngolor ngidul tanpa ada sesuatu hal positif yang dapat mereka lakukan, akhirnya dengan rutinitas yang itu-itu aja yang dijalani dengan terus menerus membuat mereka bosan dan mempunyai keinginan untuk melakukan hal-hal yang lain dan saat seperti itu pikiran untuk menikah merasuki pikiran mereka. Tapi ini hanya bersifat analisa kebenarannya kembali ke sang pencipta. Tapi perlu akhirnya kita bertanya kalau semua generasi memutuskan menikah diusia dini, yang akhirnya berakhir keperceraian Negara kita akan menjadi seperti apa?, apa kah akan berubah menjadi Republik perceraian?, Republik dudakah?, atau kerajaan janda?Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman yang mempunyai hoby yang sama didunia penulisan, macam-macam yang kita bicarakan dari masalah ide, susahnya mencari penerbit, susahnya bikin tulisan yang bermutu, sampai kepada tentang reaksi keluarga melihat kita pingin jadi penulis. Setelah acara kumpul-kumpul selesai saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. "Susah banget sekarang nyari media yang mau mautin karya gue” "Orang tua gue selalu marah-marah melihat gue gak pernah keluar kamar karena menulis” "Gue lebih-lebih lagi sudah ratusan kali tulisan yang gue kirim kemedia tapi gak pernah dimuat". Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah teman-teman semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya,Jika kita mengeluh terus tentang media yang tidak pernah mau menerima tulisan kita tanpa kita mempelajari kenapa media tersebut tidak pernah mau memuat tulisan kita, maka selamanya yang kita bisa hanya mengeluh tidak akan pernah menghasilkan karya apapun. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu kejadian ke kejadian berikutnya sampai kita belajar untuk tidak mengeluh. Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman & tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita dan harapan – harapan juga peluang-peluang. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluhkan tulisan anda yang tidak pernah dimuat dimedia. Tahukah Anda berapa kali mereka yang tulisannya dimuat dimedia itu mengirimkan tulisannya? Tahukah Anda bahwa sebenarnya media yang anda kirim tulisan itu telah membaca dan mengagumi kemampuan Anda dalam menulis?, yang jadi masalah, mungkin tulisan anda tidak sesuai dengan idealisme media yang anda kirim tulisan itu. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.Nah jadi sekarang tergantung dengan anda mau jadi seorang pengeluh atau anda mau menhilangkan kebiasaan mengeluh tersebut dan menyonsong masa depan dengan lebih posotif lagi. Salam sukses!!! Hari ini tanggal 12 agustus tepat berambah 1 tahun lagi usiaku, segala do'a terpancar di hari jadi ku ini, namun aku merasa ada yang kurang di hari jadi ku ini, hari ini aku merasakan kesepian yang tidak pernah aku rasakan selama ini, aku merasa ini adalah hari jadi yang terkelam dalam hidupku. Di tengah orang yang lagi sibuk memper siapkan ulang tahun untuk Republik Indonesia ini, mereka berbondong-bondong mempersiapkan segala cara untuk mengucapkan selamat ulang tahun dengan segala suka cita. Namun hal ini yang membuat aku berpikir dan merasa kesepian. Mengapa tidak satu pun ucapan itu yang mereka ucapkan untukku?, why? Aku selalu bertanya keman orang yang selama ini berada disekitarku, yang selama ini selalu bersamaku, mengapa tidak ada ucapan selamat dari mereka?, lupakah mereka kalau hari ini hari pertama aku menghirup udara di dunia ini?, kemana saja mereka?. Dalam detak setiap pertanyaan jadi lah hari ini hari jadiku tanpa ucapan selama sebijipun dari orang-orang disekitarku. Semoga hari jadi tanpa ucapan ini membuat aku makin mantap dalam menapaki makna hidup dengan mempelajari makna dari hari ini, Hari penuh kesunyian, tanpa ada ucapan selamat sepotongpu.  | SEKAYU | May 3, '08 12:19 PM for everyone |
Rimbun barisan hutanmu Bentangkan jalan kejayaan Aliran sungai musi yang membela Indah pesona tercipta Hutan mu membentang Tunjukan kekayaan swarna dwipa Kaulah geliat naga yang tertidur panjang Masyarakatmu yang beraneka Bukti satu kota berbudaya Kaulah surga bagi orang yang damba keindahan Pemudamu santun perangai keberadaban Pemudimu anggun mempesona Kaulah kilau andalas yang terlupa Hunian penggelana yang enggan pulang Teman bagi penyendiri yang damba ketenangan Kekasih bagi pecinta yang gila kecantikan Dari pertma tercipta Kau derakan indah kisah Kau pancarkan pesona Dalam gersang republik yang hilang arah Kau bangkit bak Hercules untuk rakyatnya 22.04. Semalam sekitar jam setengah satuan,gue chat sama seorang kenalan dari MP yang kerja di luar negeri sana inti nya sih menanyakan kabar gimana?.Namun ada kabar miris yang aku dapat kan waktu menanyakan gimana kabar saudara-saudara setanah air disana?,Dia memberikan kabar semua baik-baik namun sepuluh hari yang lalu ada seorang pembantu lagi yang disiksa majikan nya... MIris nyari berita yang didengar lagi-lagi berita penyiksaan yang dialami oleh TKI di luar negeri,lantas dalam konteks ini pemerintah berada dimana masak dari dulu-dulu selalu saja ada yang disiksa dan ada yang mati juga teraniaya di negeri orang.Atau mungkin pemerintahan indonesia sudah mandul dalam hal menangani masalah ini. Pemerintahan indonesia jangan jadi pemerintahan yang pengecut dong cuma berani nya sama pedagang-pedagang kaki lima yang mencari sesuap nasi dengna susah paya namu selalu saja digusur dengan sewenang wenang tanpa memikirkan keinginan mereka.Kalau kalian memang mau bertindak tegas sekarang lah saat nya,. Mana perlindugna kalian terhadap pahlawan-pahlawan devisa yang ada diluar negerio sana. Jangan waktu kampanye saja kalian rela turun kejalan-jalan menyambangi dan menanyakan nasib rakyat,Atua mungkin empuk nya kursi Istanah dan kursi Senayan telah membuat kalian lupa akan artinya perjuangan untuk rakyat. Kalau kalian begini tanpa ada nya kekuatan diplomasi untuk memperjaung kan para TKI diluar sana pantas kalau negara kita dipandang rendah oleh bangsa lain,Atau kalian pada takut diputuskan hubungan oleh malaysia kalau bertindak tegas,Jangan kayak bencong dong dna jangan infoten harus berani dong kalian memperjaugn kan mereka-mereka yang ada diluar sana,Jangan takut di putuskan hubungan oleh negara-negara yang menganiaya martabat bangsa kita dan menganiaya masyarakat kita yang ada diluar negeri sana. Ingat pesan bung karno BERDIKARI, dan itu mustinya kita jangan takut bertindak demi rakyat.. Teman mungkin ini sedikit dari kegelisahan yang aku alami,melihat penomena di sekitar.Kayak nya sudah menjadi rahasia umum bahwa ketimpangan itu masih merajalela di sekitar kita.Sekarang dalam diri ku tersemai keraguan apakah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dalam rumusan pancasila sudah diterapkan apa belum??. Kemarin aku menyaksikan wujud ketimpangan itu nyata di depan mataku,Di tengah guyuran hujan deras yang melanda kota Jakarta dan sekitarnya,tiba-tiba seorang anak yang masih dalam usia bermain dengan tubuh basah kuyup menembus dingin dan deras nya hujan untuk mencari sesuap nasi dengan bermodalkan botol bekas larutan penyegar yang diisi dengan beras melompat dan bergelayut di angkot yang aku tumpangi dengan menyanyikan lagi entah lirik nya sedih,kutukan atau gembira?,sebab suaranya nggak begitu bisa didengar karena disamping dia menyanyi dengan suara pelan dan juga ditelan oleh keras nya suara guyuran hujan. Sekarang dalam hatiku tersemai kata tanya dimanakah program pemerintah yang katanya mau mengentaskan kemiskinan?,Kok penomena itu masih ada.Atau mungkin yang harus kita tanyakan keadilan sosial dalam rumus pancasila sila kelima itu berlaku untuk seluruh rakyat indonesia kah?,ataukah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia hanya berlaku untuk segelintir orang indonesia yang duduk di istanah dan bagi rakyat indonesia yang bisa bercokol dan bernaung dalam tangguhnya gedung Yang ada di senayan???... Di sisa hidup Soeharto, perdebatan mengenai kasus hukum Soeharto tetap menjadi masalah yang rumit. Apakah Soeharto perlu diampuni? Gugatan perdatanya dicabut?
Harta Pak Harto dicari-cari. Katanya cukup untuk membayar utang luar negeri. Di lain pihak, kita membiarkan kekayaan laut kita dicuri, hutan kita dirambah, dan kekayaan tambang kita dirampok. Padahal kalau mau jujur, kita bisa kaya-raya dengan menjaga dan memanfaatkan sebaik mungkin kekayaan alam yang kita punya. Tak perlu harta Soeharto!
Perkara yang melibatkan Soeharto bisa berlangsung terus dan terus dan akan membebani siapapun yang kelak memerintah negara ini. Pikiran saya simpel saja: kenapa tidak diakhiri sekarang sehingga kita bisa fokus ke masa depan ketimbang mengutak-atik masa lalu?
Contoh menarik bisa kita pelajari dari keputusan politik Presiden AS Gerald Ford yang memberikan pengampunan (pardon) kepada pendahulunya, Presiden Richard Nixon. Seperti tercatat dalam sejarah, Nixon terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya setelah terungkapnya skandal Watergate yang mengindikasikan keterlibatan langsung Nixon, seorang anggota Partai Republik, dalam sabotase politik terhadap Partai Demokrat. Nixon adalah satu-satunya Presiden AS yang mengundurkan diri ketika sedang aktif menjabat.
Pengganti Nixon, Gerald Ford, mengambil keputusan tidak populer dengan memberi pengampunan kepada Nixon. Ford mendasarkan keputusannya atas pertimbangan bahwa skandal Watergate telah memecah-belah opini Amerika dan keluarga Nixon telah cukup dibuat menderita dengan segala tuduhan yang berkembang di masyarakat. Ford secara berani memutuskan untuk menutup babak pahit dalam sejarah Amerika tersebut.
Dalam pidato pengampunannya, Ford menegaskan: "Saya, Gerald R. Ford, Presiden Amerika Serikat, dengan menggunakan kuasa pengampunan yang diberikan kepada saya berdasarkan Artikel II, Bagian 2 Konstitusi Amerika, memberikan pengampunan penuh kepada Richard Nixon atas segala tindakannya terhadap Amerika Serikat, baik yang dia lakukan atau diduga dilakukan selama periode 20 Januari 1969 sampai 9 Agustus 1974."
Seperti diduga, keputusan pengampunan ini melukai karir politik Ford. Dia kalah dari Jimmy Carter dalam pemilu presiden tahun 1976, salah satunya akibat pengampunan yang diberikannya kepada Nixon.
Tetapi, sejarah membuktikan bahwa keputusan Ford adalah tepat. Amerika menutup babak hitam skandal Watergate, tetapi di saat yang sama Nixon tetap dilabel sebagai pesakit. Menurut rekan karib Ford, ketika keputusan mengampuni Nixon diambil, Ford menyimpan di dompetnya sebuah keratan surat vonis Mahkamah Agung Amerika Serikat dalam kasus Burdick vs pemerintah AS di tahun 1915. Vonis itu menyatakan: "...pengampunan (pardon) mengindikasikan seseorang bersalah, dan penerimaan atas pengampunan mengindikasikan pengakuan orang tersebut bahwa dia bersalah."
Tahun 2001, Gerald Ford dianugerahi John F. Kennedy Profile in Courage Award atas keberaniannya "...mengakhiri mimpi buruk bangsa Amerika dengan menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan politik pribadinya...".
Sekarang siapa yang berani mengambil keputusan seberani Gerald Ford dengan risiko akan kalah di pemilu presiden mendatang?,Atau kah masih mempertahan kan ego masing-masing dengan ketakutan tidak terpilih dimasa mendatang? Salam Aryy amilin
Seperi nya penomena perbedaan hari lebaran sudah bukan hal aneh lagi di Republik ini.Penomena ini sudah terpancarkan dari sejak lama.Sudah sa'at nya pemerintah memikirkan hal itu.Kalau semakin lama hal ini dibiarkan terjadi bukan mustahil terjadi perpecahan diantara umat yang pasti akan merasa mereka benar. Penomena ini terjadi dan kita lihat sendiri mulai dari perbedaan penetapan Idul Fitri sampai sekarang Idul adha juga berbeda.Kalau kitamau berpikir logika mustahilkan 1 Syawal terjadi nya dua hari.Dan juga sangat mustahi 10 zhulhija terjadi dua kali juga.Jadi sudah sa'at nya pemerintah memikirkan hal itu.Bukan kah waktu zaman Rosullullah dan sahabat lebaran cuma terjadi bersamaan. Mungkinkah pemerintah dan para ulama sengaja membiarkan fenomena ini terjadi.atau mereka sengaja mendiamkan hal ini sebabb kepentingan politik belum mengena kesitu???.Nah kalau segala sesuatu nya di pandang dari segi politik bukan di pandang dari kepentingan umat maka selama nya negeri ini akan berada di jurang keterpurukan.Sebab jika ulama telah meninggalkan umat nya hanya untuk kata politik maka bantuan dari allah tidak akan pernah datang. Dari penomena ini kita dapat menangkap suatu hal kalau dari hari lebaran saja umat tidak bersamaan maka jangan salah kan umat jika terjadi perpecahan.Jadi wajar aliran sesat semakin menjamur.Ayo MUI,Ayo ulama dimana kalian sudah sa'at nya kalian menghentikan penomena ini jangan sampai umat berpecahan hanya karena masalah lebaran ini.dan ini adalah tantangan unutk kalian juaga PR untuk kalian sudah sa'at nya hal ini dijadikan titik terang.Dan jangna biarkan rakyat tambah bingung hanya karena masalah ini,Kalian para ulama tidak maukan melihat umat berpencar hanya karena masalah ini?,Jadi tunjukan komitmen kalian sebagai ulama ini sa'at nya untuk alian menyelesaikan masalah ini... Wassalam Bukan kematian benar menusuk qalbu Kerelaan mu menerima segala tiba Tak kutau setinggi itu atas debu Dan duka maha tuan bertahta
Kematian & perpisahan memang menyakitkan dan terasa sangat menghentakan relung-relung kalbu yang terdalam.Jatuh dan terpuruk mungkin ini yang aku rasakan,seperti dalam syair chairil anwar diatas rasa nya dunia ini seperti tak berpihak lagi dan seakan gelap disekitar dan pekat mengiringi setiap langkah ku. Sebuah berita yang amat menyesakkan ini aku terima di hari sabtu malam minggu sore,Sewaktu lagi kerja tiba-tiba HP saya berdering dan muncul dilayar nama seorang keluarga.Kira-kira berita yang dia sampai kan begini " Kak jantung kakek kumat".Saya pun nggak ngeh sebab sering jantung nya kumat.Namun satu jam kemudian berita lebih besar sangat mengejutkan seakan meruntuhklan langit-langit tempat kerja dan membuat lemas seluruh persendian.Ketika telpon dari adik saya masuk " Kak kakek telah berpulang " Begitu berita nya.Dan berita itu seakan lebih perih dari tusukan seribu keris dan deraan sejuta cambuk. Cuma do'a dan air mata yang bisa aku aliri untuk almarhum yang sekarang tenag disana.Namun walau pun kepergiannya telah aku relakan dan telkah diikhlaskan namun ada hal yang membuat selama ini aku selalu merasa berdosa kepada kakek.Yang pertama disa'at akhirnya aku tidak bisa berada disisi almarhum sedang sewaktu hidup nya betapa dia sangat menyayangi aku dan cucu-cucu yang lain.Dan poin kedua yang sangat menyesakakn ku,aku belum bisa membuat kakek bangga dan belum bisa hal yang bisa membuat almarhum dan keluarga bangga dengan aku.Tapi aku yakin kakek akan melihat dari alam sana dan dia akan merasakan bahwa cucu nya lagi berjuang untuk membuat dia bangga. Selamat jalan kek wlau pun kini engkau telah tiada namun yakin lah kakek tidak pernah mati.Kakek akan tetap hidup dihati kami,Anak dan cucu kakek.Kakek akan terus hidup mengaliri detak jantung,napas dan pori-pori kami.Dan kakek akan tetap ada dalam cinta kami. SELAMAT JALAN KEK TENANG LAH DISANA DISISI YANG KUASA... Yang tidak akan pernah ku lupakan kakek selama ini ada lah figur yang sangat berperan penting bagi kami semua.Dan kakek adalah sosok yang sangat kami banggakan,karena dalam jiwa kakek terdapat jiwa pemimpin sejatih yang bisa mengayomi kami cucu-cucu kakek yang memiliki kejiwaan yang labil.Dan kakek tidak pernah mengeluarkan kaka-kata amarah untuk kami walau pun tidak sesuai dengan jiwa kakek namun kakek selalu berusaha memahaminya.Salam sayang dan cinta dari kami untuk kakek disana untaian do'a akan selalu kami curahkan untuk kakek. Selamat jalan kakek,Dan tak akan kulupakan 8 Desember 2007,Sabtu pagi penuh kedukaan. KEMATIAN BEGITU MENYAKITKAN MENGHUJAM DADA MEMBELAH HATI KAMI HANYALAH SEKELUMIT DAKI YANG MELEKAT KUASAMU SKENARIO SEMUANYA
Sudah setengah abad lebih atau tepatnya 57 tahun lalu, tanggal 28 April 1949, penyair kondang Chairil Anwar pergi ke alam baka. Namun nama dan karya-karyanya masih tetap saja terpahat dalam-dalam di blantika sastra Indonesia. Sebenarnya perjalanan hidup Chairil Anwar sudah dibuatkan skenarionya oleh sutradara Sjumandjaja untuk diflimkan. Namun, film tentang kisah penyair kondang ini tak pernah tergarap karena Sjumandjaja dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa, 19 Juli 1985. Skenario dengan judul "Aku" itu kemudian dibukukan tahun 1987 dengan kata pengantar oleh penyair WS Rendra. Buku "Aku" pernah dimunculkan secara sekilas dalam film layar lebar "Ada Apa Dengan Cinta" oleh tokoh Rangga (Nicholas Saputra) sebagai pemeran utama. Dalam kisah film ini, Rangga digambarkan senang membaca buku puisi, termasuk puisi-puisi Chairil Anwar. Dampak menonton film tersebut, banyak remaja merasa penasaran. Di antara mereka bermai-ramai mencari buku Aku yang ber-cover potret Chairil Anwar. Karena tidak ada dijual di toko-toko buku, mereka lantas menyerbu Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Di PDS ini, buku Aku tidak dijual bebas karena jumlahnya terbatas, namun para peminat diizinkan memfoto kopi. "Selama film itu masih diputar, banyak remaja berpakaian seragam sekolah datang ke sini untuk minta fotokopinya. Juga mahasiswa dari berbagai daerah." papar pimpinan PDS HB Jassin, Drs Endo Senggono. Awalnya pihak PDS mengira yang dicari adalah buku-buku puisi Chairil Anwar. Tetapi ternyata buku Aku, skenario film Chairil Anwar yang memuat 138 adegan atau episode. Menurut Endo, hingga kini masih ada saja pihak yang membutuhkan dokumentasi Chairil Anwar untuk penulisan artikel, skripsi, dan desertasi, baik di dalam maupun luar negeri. Pihak PDS pun telah mengkliping lebih dari 200 artikel tentang Chairil Anwar dari berbagai media. Dalam pengantar buku Aku, Rendra menuturkan, semasa hidup Chairil Anwar tidak pernah dihargai oleh para kritikus. Ia dianggap seniman yang bombastis, liar, dan penyair yang merusakkan nilai-nilai sastra dengan bahasa yang lugas tanpa dihias-hias. Tetapi setelah ia wafat, semua kritikus memujinya dan mengakuinya sebagai pelopor pembaruan seni sastra di Indonsia. Ungkapan bahasa Chairil Anwar yang sangat akrab dengan bahasa percakapan sehari-hari, mengandung obat kesegaran tersendiri. Hal itu mendekatkan kita kepada aktualitas kehidupan dan kristal perenungan yang jernih dari batin dan pikiran sang penyair. Ketika Rendra membacakan sajak-sajak Chairil Anwar (27-29 April 1996) di Pusat Kesenian Jakarta, TIM, ia mengakui bahwa sejak remaja mengagumi sajak-sajak Chairil Anwar. Alasannya, sajak-sajak Chairil Anwar memiliki struktur yang kuat, sarat dengan unsur kebebasan, lagu dan irama. Sementara lirik-liriknya mengandung pemberontakan pada nilai individu. * * * Penyair Sutardji Calzoum Bachri mengatakan, Chairil Anwar adalah representasi pemuda pada zamannya. "Ia adalah semangat pada zamannya. Ia adalah generasi muda yang mulai menyadari makna individualisme yang berjuang," ujar Tardji. Menurut Tardji, perjuangan individu Chairil Anwar telah memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat. Bahkan di masa sekarang, Chairil Anwar masih tetap merupakan suatu obsesi, suatu mimpi bagi generasi muda yang merasa telah kehilangan heronya. Untuk itulah, kata Tardji, banyak orang menengok ke belakang kembali mengidolakan Chairil Anwar, tokoh hero pada zamannya. Padahal pada zaman sekarang, aikon-aikon hero-hero baru yang pantas sangat diperlukan untuk perkembangan masa depan. Tetapi, aikon-aikon tersebut belum tampak. Sejauh ini tidak ada tokoh yang bisa dimitoskan. Karena krisis hero-hero baru, maka lirikan kembali diarahkan kepada Chairul Anwar yang memang masih pantas sebagai tokoh panutan dalam integritas, perjuangan, pengorbanan, dan kehidupan berkeseniannya. Chairil Anwar merupakan pencapaian dari polemik kebudayaan yang terjadi selama 30 tahun antara Sutan Takdir Alisjahbana (STA) dan Sanusi Pane. Polemik ini terjadi sebelum Indonesia merdeka dalam upaya persiapan untuk menentukan arah ke mana kebudayaan Indonesia. Pihak Sanusi Pane mengedepankan kebudayaan Timur sebagai acuan kebudayaan Indonesia dalam menghadapi kemerdekaan. Sementara STA lebih menjagokan kebudayaan Barat karena Timur tidak tepat untuk kebudayaan Indonesia baru. Inilah yang memicu polemik selama 30 tahun. Kenyataannya, tahun 1945, yang menang adalah pihak STA. Buah dan cermin kemenangan itu adalah pemunculan Chairil Anwar, yang merupakan puncak dari pemikiran STA. Tak heran, muncul Surat Kepercayaan Gelanggang Chairil Anwar. Chairil Anwar lahir tanggal 26 Juli 1922 di Medan dan meninggal 29 April 1949 di RSCM Jakarta. Dari pernikahannya dengan Hapsah, ia memperoleh seorang anak perempuan Evawani Alissa Ch Anwar SH Mkn, yang kini berprofesi sebagai notaris dan PPAT. Chairil Anwar mulai menulis sajak ketika menapak usia 21 tahun hingga akhir hayatnya menjelang usia 27 tahun. Sajak-sajaknya, antara lain "Aku", dibukukan dalam antologi puisi Deru Campur Debu, Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus, serta Tiga Menguak Takdir (antologi bersama Asrul Sani dan Rivai Apin). Belakangan ini,pelecehan dan kekerasan seakan menjadi bahan bahasa sehari-hari yang sering kita dengar di media massa.Bagi anda yang menyayangi anak-anak ketika mendengar kata pelecehan dan kekerasan terhadap anak,Mungkin anda lansung membayangkan tentang caci maki,Pelecehan seksual,dan kekerasan fisik,Namun pada kenyataan nya pelecehan terhadap anak tidak hanya sebatas itu.
Terry E Lawson psikiater anak,menyebutkan empat macam abuse : emosional abuse,Verbal abuse,physical abuse, dan sexual abuse. Anak-anak di indonesia banyak yang mengalami tepatnya menderita ke empatnya sekaligus.Satu saja dari keempat itu yang dilakukan terus menerus akan menyebabkan anak menderita gangguan psikologis. Emosianal abuse terjadi ketika si ibu telah mengetahui anak nya memintak perhatian,Namun si ibu mengabaikan dan membiarkan anak tersebut.Si ibu membiarkan anak nya basah dan lapar karena si ibu terlalu sibuk atauu tidak ingin diganggu ketika itu.Si ibu boleh mengabaikan kepentingan anak untuk di peluk atau di lindungi.Anak anak akan mengingat semua kekerasan emosional jika kekerasan emosional itu berlansung konsisten.Si ibu yang secara emosional berlaku keji pada anak nya akan terus melakukan hal yang sama sepanjang kehidupan anak itu. Verbal abuse terjadi ketika si ibu setelah mengetahui anak nya memintak perhatian menyuruh anak itu untuk 'diam' atau 'jangan menangis'.Jika sianak mulai berbicara ibu terus menerus mengunakan kekerasan verbal seperti, "kamu bodoh","kamu cerewet","kamu kuirang ajar","kamu menyebalkan",dan seterusnya.Anak akan mengingat kekerasan verbal itu jika kekerasan perbal itu berlansung dalam satu periode. Physical abuse terjadi ketika si ibu memukul anak ( ketika anak sebenarnya memerlukan perhatian).Memukul anak dengan tangan atau kayu,kulit atau logam akan di ingat anak itu,jika kekerasan fisik itu berlansung dalam periode tertentu. Sexual abuse biasanya tidak terjadi selama delapan belas bulan pertama dalam kehidupan anak.Walaupun ada beberapa kasus ketika anak perempuan menderita kekerasan sexual dalam usia enam bulan."
Angka dalam kasus kekerasan dan tindakan salah terhadap anak sekarang di indonesia sangat tinggi dan hampir mencapai angkah memprihatinkan data-data dari pengaduan masyarakat selama tahun 2005 dilaporkan terjadi 736 kasus kekerasan terhadap anak.Dari jumlah itu 327 kasus perlakuan salah secara seksual, 233 kasus perlakuan salah secara pisik, 176 kasus kekerasan psikis.Sedang jumlah kasus penelantaran anak sebanyak 130.Ka;lau tahun 2005 terjadinya begitu tinggi bagai mana tahun-tahun selanjutnya yaitu 2006 dan 2007 ?.
Di Indonesia sebenarnya telah ada undang-undang yang mengatrur kasus ini misal pasal 287 KUHP, yakni tentang persetubuhan anak di bawah umur dan pasal 290 KUHP tentang perbuatan casbul terhadap anak di bawah umur.Namun sangat disayangkan,kejahatan sesual pada anak seperti ini seperti dianggap angin lalu saja karena hukuman yang diberikan terhadap pelakunya sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit dan malu yang harus ditanggung sang anak seumur hidupnya. Pasal 287 KUHP saja mematok hukuman maksimal 9 tahun atas kejahatan seksual terhadap anak tersebut.Bagai mana mau seimbang dengan beban malu yang di derita sang anak kalau hukum nya saja begitu?.
Sebenarnya jika mau kita perhatikan kasus kekerasan pada anak ini di sebabkan oleh satu faktor yang mungkin secara tidak sengaja tidak pernah kita semua sadari yang mana satu faktor itu yaitu Keinginan untuk di akui dan di anggap penting dari orang dewasa yang melakukan tindak kekerasan itu. Mengapa saya mengatakan demikian,Saya bukan seorang ahli psikologi tapi mengapa saya berani mengastakan ini mari kita menganalisanya.Dalam keluarga seorang ayah yang bekerja seharian untuk mencari nafkah keluarga namun begitu dia pulang kerja sampai kerumah tentu dia mengharapkan sambutan yang minimal bisa melupakan kepenatan yagn dia alamidi tempat kerja.Namun apa yang dia dapatkan setelah sampai dirumah terbalik dengan yang dia harapkan,Dia tidak menerima sambutan dari sang istri yagn menunggu di pintu,tidak ada sambutan dari anak-anak yang meneriakkan kata "papa" untuk nya. Tapi kebalikan nya semua terlarut dengan pekerjaan masing-masing dan mengacuhkan kepulangna nya.Sehinggah timbul rasa dalam dirinya bahwa dia tidak di acuhkan bahkan di cuekkan dari rasa ini timbul dorongan untuk memdapatkan suatu pengakuan dari orang sekitarnya yaitu anggota keluarga. Bagai mana jalan nya yaitu dengan mencari-cari kesalahan anggota keluarga dan tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap anggota keluarganya.yang dimatanya melakukan kesalahan sehinggah dari melakukan itu dia merasa mendapatkan rasa penting yang selama ini dia cari. Kenapa saya berani berkata begitu padahal saya bukan seorang psikologi atau pun sejenisnya yang mengerti kejiwaan sedang saya tidak mengerti ilmu itu sama sekali,ini karena saya menyadari sifat dasar manusia termasuk saya dan kalian semua adalah Ingin diakui dan ingin dianggap penting jadi jika perasaan itu tidak didapat maka berbagai macam yang orang lakukan termasuk melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarga dalam hal ini anak akan menjadi korbannya sebab anak adalah objek ayng lemah dan hampir tanpa perlawanan.
Kalau kejadian nya seperti itu lantas bagaimana pencegahan dari dampak kekerasan terhadap anak ini,Bukankah semakin hari akan semakin bertambah lagi kasus ini makanya cara pencegahan menurut kaca mata penulis yang musti dilakukan,Dalam hal ini ada berapa cara yang musti dilakukan : 1.Membangkitkan kepercayaan dalam diri bahwa apa yang kita dapatkan adalah anugerah dari tuhan. 2. Mengembangkan harmonisasi dalam keluarga. 3. Memupuk kepercayaan terhadap setiap anggota keluarga. 4. Mengembangkan budaya saling memberi penghargaan setiap hal fositip yang di capai anggota keluarga. 5. Menumbuhkan sifat demokratis dalam keluarga yaitu membiasakan musyawarah setiap akan mengambil keputusan yang menyangkut anggota keluarga.
Jika hal-hal diatas telah kita kembang kan dalam keluarga kita,saya rasa tidak akan adalagi tindakan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak yang akan terjadi karena tentunya kita menyadari pungsi masing-masing dari anggota keluarga itudan kita akan menyadari bahwa keluarga adalah suatu team yang mana dari setiap anggota kaeluarga tidak akan bisa berdiri sendiri melainkan harus bersama-sama menghadapi segala sesuatu.Mri sayangi keluarga masing-masing dan ayo kasihi anak-anak..JANGAN PADA MAU ENAK NGGAK MAU ANAK....
Peristiwa yang dipicu konflik di tubuh Angkatan Darat (AD) itu dengan serta merta menyeret nama Partai Komunis Indonesia sebagai dalang penculikan dan pembunuhan atas tujuh perwira AD pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965. Sejauh ini, belum ada bukti kuat yang menyatakan PKI sebagai pelaku tunggal upaya kudeta melalui penculikan dan pembunuhan para jenderal Angkatan Darat tersebut. Peristiwa 1965 itu bersifat kompleks dan tidak bisa disederhanakan. Banyak pihak yang bermain dalam peristiwa kelabu tersebut. Saat ini terdapat beberapa versi tentang dalang di balik peristiwa itu. Ada yang mengatakan angkatan bersenjata, Soeharto, Soekarno, CIA dan tidak ada pelaku tunggal. Keterlibatan Suharto dalam penculikan dan pembunuhan atas tujuh perwira AD pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, suatu puncak konflik berdarah di tubuh Angkatan Darat (AD), telah banyak dibahas oleh para ahli sejarah baik ditingkat nasional maupun internasional. Beberapa indikasi pokok ttg. keterlibatan Suharto yang telah dibahas antara lain sbb: a. Perintah radiogram Suharto mendatangkan pasukan militer dari daerah dengan peralatan siap tempur untuk siap siaga di Jakarta menjelang peristiwa meletusnya G30S. b. Kedekatan hubungan Suharto dengan para tokoh kunci G30S spt. Latief dan Untung serta laporan kolonel Latief kepada Suharto ttg. rencana penangkapan thd. para anggota "Dewan Jendral" pada malam menjelang penangkapannya, yang hal ini tidak dihalangi dan juga tidak dilaporkan kepada atasannya. c. Suharto berbohong ketika dia bilang ada "pasukan tak dikenal identitasnya" yang berada disekitar istana negara pada tanggal 1 Oktober 1965. Kesaksian seorang perwira yang bertugas pada pasukan tersebut menyatakan, bahwa anak buahnya (tentaranya) selama seharian banyak yang keluar masuk kegedung KOSTRAD - tempat Suharto berkantor - untuk buang air kecil (kencing), sehingga adalah suatu hal yang tidak mungkin bila Suharto tidak tahu atau tidak diberi tahu oleh petugasnya ttg. identitas pasukan tsb. Banyak ahli sejarah yang menarik kesimpulan, bahwa keterlibatan Suharto dalam G30S dan kemudian menumpasnya dengan dalih untuk melindungi presiden Sukarno, sebenarnya adalah merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan strategi "kudeta merangkak" untuk merebut kekuasaan negara dari Bung Karno, dengan terlebih dulu menyingkirkan dan kekuatan kiri lainnya yang dianggap sebagai penghalang pokoknya.Negara Barat, terutama AS pada waktu itu juga berkepentingan menyingkirkan Bung Karno, karena peranan Bung Karno didunia ketiga (Asia, Afrika dan Amerika Latin) dianggap merugikan kepentingannya, terutama usaha Bung Karno dalam menggalang kekuatan NEFO (New Emerging Forces), yang terdiri dari kekuatan anti imperialis diseluruh dunia menghadapi penindasan dan ancaman dari pihak imperialis yang disebut OLDEFO, terutama imperialis AS. CONEFO atau Conference of Emerging Forces, yang sedianya akan diadakan di Indonesia dan direncanakan akan diikuti oleh wakil-wakil negara Asia, Afrika dan Amerika Latin juga oleh wakil-wakil kekuatan anti imperialis sedunia, gagal dilaksanakan setelah meletusnya peristiwa G30S. ** tragedi kemanusiaan di Lubang Buaya itu kemudian, dalam hitungan bulan, diikuti oleh tragedi kemanusiaan yang jauh lebih besar, yakni aksi .... berupa penangkapan dan pembunuhan atas anggota, simpatisan Partai Komunis Indonesia. .....Kaum beragama dijadikan alat bagi kepentingan membasmi musuh ideologi penguasa. Di atas kesadaran kaum beragama yang melakukan pembunuhan atas nama keyakinan agama mereka, berjalan kepentingan penguasa (Orde Baru) untuk membasmi musuh ideologi sang penguasa dan usaha menegakkan pamor kekuasaan.... Operasi pembunuhan massal berencana yang dilakukan pasukan militer Angkatan Darat dibawah Komando Suharto, menurut pengakuan Komandan RPKAD Sarwo Edi telah mengakibatkan terbunuhnya 3 (tiga) juta korban jiwa. Sekitar 100.000 orang pernah dikucilkan untuk kerja paksa dipusat konsentrasi tahanan politik (Tapol) dipulau Buru. Jutaan orang yang dicurigai sebagai simpatisan PKI atau simpatisan Ormas yang dekat PKI, juga element kiri pendukung Bung Karno, oleh penguasa militer setempat diperlakukan secara sewenang-wenang. Banyak diantaranya yang dirampas harta kekayaannya kemudian dipenjarakan dipusat-pusat konsentrasi Tapol selama belasan tahun tanpa pengadilan. Para tahanan politik (Tapol) tersebut dibagi-bagi dalam kategori A,B dan C untuk kemudian didiskriminasi dalam kehidupannya. Doktrin militer fasis tentang "bersih lingkungan" dalam masa kekuasaan Orba/Suharto telah melipatgandakan jumlah Koban '65, karena bukan hanya para Tapol, yang jumlahnya jutaan itu yang didiskriminasi oleh negara fasis, tetapi juga para anggota keluarga dan sanak-familinya ikut mendapat diskriminasi oleh aparat kekuasaan negara diktator militer fasis Orba/Suharto. Jumlah seluruh Korban '65, para Tapol bersama anak cucunya diperkirakan sekitar 20 (duapuluh) juta orang. Mari kita renungkan dan luruskan sejarah. Apa yang disebut "Gerakan 30 September/PKI" atau "Gerakan September Tiga puluh atau yang selama lebih dari tiga dasawarsa telah meracuni otak warga bangsa Indonesia yang tidak sadar sejarah dan generasi muda yang menjadi korban upaya pembentukan pola pikir dan watak. Bandingkan dengan nama atau istilah yang digunakan oleh Bung Karno, yaitu "Gerakan Satu Oktober" (Gestok), karena sejak tanggal tersebut Suharto melakukan kudeta Kejadian tahun 65 Sampai Orang-orang masih selalu menuduh "digerakkan oleh PKI." Padahal kita tahu betapa sukarnya orang sipil menggerakkan militer, di jaman apapun. Ketua Umum Golkar, partai yang sangat berkuasa selama Orba, itu tidak bisa menggerakkan satu batalion pun. Apalagi PKI, yang bukan partai yang berkuasa, pada tahun 65 itu. Nah kalau kita mau menguak pikiran kita dan meretas kebenaran yang terjadi coba kita renungkan.Kalau seandai nya PKI yang menggerakan kejadian tahu 65 dan sudahs pasti gerakan itu akan terorganisir.Tapi kenyataan nya orang dari PKi sendiri pun tidak tahu dan mereka yang di jebloskan ketahanan hampir semuanya tidak tahu kalau kejadian itu digerakan oleh PKI.Jadi bukan kah ada suatu yang sangat halus bermain dibelakang ini dengan satu tujuan merebut kekuasaan dari tangan bung karno,Dan memanfa'atkan kesempatan dengan memakai nama PKi yang pada waktu itu sedang boming nya dan sedang tenarnya bangkit.Siapakah kekuatan itu dan siapakah yang bertanggung jawab di balik semua ini.Itu lah kekuatan ORBA yang telah memanfa'atkan ini.Bayang kan suatu kemustahilan kalau memang gerakan PKI adalah terorganisir kok hanya bisa di tumpas dalam satu hari satu malam.Sednagkan untuk menangkap kapten westerling pun mereka tiada daya.Ayo semuanya kita sebagai generasi muda mari kita kaji dan kita luruskan kembali sejarah negara kita yang telah ternoda dan terperkosa oleh borjuasi-borjuasi politik yang pengecut......Kapan lagi ayo mulai sekarang kita bangkit kita selama ini sebagai generasi muda telah terlalu banyak diam tanpa mampu berbuat apa-apa dan hanya berada dibelakang generasi tua.Ayooo kita bangkit tata negara kita,tata hidup kita dan luruskan sejara negara kita.!!!! Tragis memang setiap kali terdengar pertengkaran di dalam keluarga pasti wanita yang selalu disalahin.Sering terdengar dalam keseharian kita orang yang ngomong " Udah nggak usah di hirauin nama nya juga cewek".Nah lho ada apa kalau mereka cewek atau wanita lantas mereka tidak boleh untuk beraktifitas seperti laki-laki atau anggapan bahwa wanita itu tugas nya di dapur,sumur dan kasur pantas kita benarkan. Terus sering setiap kali ada razia PSK pasti yang di salahin para PSk nya atau pun kaum wanita yang selalu disudutkan.Nah lantas lelaki yang hidung belang yang selalu bersama mereka bisa lari begitu saja dan mereka bisa melenggang tanpa ada beban dosa sama sekali.Dan juga setiap ada keributan dan perpecahan dalam rumah tangga wanita juga selalu di salahin sebagai penyebab segalanya,Memang kaum lelaki yang selama ini selau main perempuan bisa lepas dari tanggung jawab mereka yang selalu mainin perempuan.Bukankah kalau tidak ada mereka yang mata bongsai tidak akan ada perpecahan dalam rumah tangga atau pun kaum PSK yang terus menggila diseantero penjuru indonesia. INi saya tulis bukan karena saya sentimen terhadap sala satu kaum baik hawa maupun adam tapi ini karena keprihatinan ter hadap nasib kaum wanita yang selalu dijadikan kambing hitam dalam setiap permasalahan yang keluar dalam kemelut apa pun pasti wanita yang selalu di salahin. Ayo mulai sekarang para wanita bangkit hilangkan imej miring terhadap kaum kalian bukan kah sudah banyak contoh nya bahwa kaum kalian bukan hanya bisa di cap sebagai biang kerok dalam setiap permasalahan.Tapi juga kaum kalian bisa untuk bangkit dan menunjukan prestasinya,Bukankah presiden kita juga pernah dari kaum perempuan,Dan banyak lagi kaum perempuan yang bisa menunjukan nilai positip nya kepada masyarakat.Martina trisa tiahahu pejuang wanita yang mendampingi patimura itu satu contoh dari kaum wanita bahwa wanita juga bisa sama dengan laki-laki.Ayo dong tunjukan prestasi kalian biar bisa ngilangin imej jelek yang selama ini selalu menggelayuti kalian.Kalau bukan sekarang kapan lagi.Malu dong sama ibu Kartini.... Dan juga untuk kaum Adam yang selalu seenak perut nya sendiri mainin kaum perempuan.Sadar man Ingat bahwa kalian ada karena terlahir dari kesucian seorang wanita.Ingat bahwa wanita selama ini bukan penyakit dalam kehidupan kalian tapi justru penyemangat dalam kehidupan kalian.Lihat dirumah kalian ada ibu kalian,ada adik perempuan kalian dan banyak lagi saudara-saudara kalian yang dari kaum Hawa,Kalian belajar dong untuk peka bagai mana kalau diantara mereka dimaini kaum Adam seperti yang kalian lakukan umtuk wanita-wanita yang lain. Dan untuk akum adam ayo bangkit dari sekarang bahwa kalian juga bisa kok sama dengaqn laki-laki atau minimal kalian bisa kok mendampingi laki-laki tanpa ada imej miris seperti sekarang ini.Jangan mau kalah dong sama kaum lelaki,Bukankah kalian punya contoh yang patut diteladani bahwa perempuan juga berarti bagi laki-laki.Ayo dong contoh ibu dari sekalian umat islam yaitu bunda Aisya Rda ,bagai mana dia mendampingi perjuangan rasulullah,Dan banyak lagi.. Kalian bisa kok ngilangin imej jelek yang selama ini ada dan jangan selalu kalian yang disalahin,mari dari sekarang tunjukan pada ibu kartini bahwa kalian tuh tidak lemah.....
Tepat dua puluh enam tahun yang lalu, hari Selasa 27 Januari 1981 pada pukul 13.42 Waktu Indonesia Bagian Tengah, di perairan dekat kepulauan Masalembu, KMP TAMPOMAS II milik Pelni yang mengangkut ratusan penumpang perlahan-lahan lenyap ditelan lautan yang sedang bergolak. Tenggelam untuk selama-lamanya. Musibah ini terasa begitu menyayat hati karena terjadi secara perlahan-lahan, di hadapan banyak mata yang telah berjuang keras namun tidak bisa berbuat cukup banyak. Hari yang Naas Itu Tampomas II berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada hari Sabtu 24 Januari pukul 19.00 WIB. Dijadwalkan sampai di Ujung Pandang pada hari Senin pukul 10.00 pagi. Data yang ada menyebutkan ada 1054 penumpang, 191 mobil dan sekitar 200-an motor yang berada di atas kapal tersebut. Hari Minggu malam tanggal 25 Januari sekitar pukul 23.00 WITa Syahbandar Ujung Pandang menerima berita dari KM Wayabula, bahwa KM Tampomas II terbakar di perairan kepulauan Masalembu sekitar 220 mil dari Ujung Pandang. KM Wayabula sendiri mendapat berita dari KM Sangihe yang saat itu tengah berusaha mengevakuasi penumpang Tampomas II. Namun cuaca bulan Januari memang tidak pernah bersahabat. Ombak besar setinggi 7 hingga 10 meter, disertai angin kencang 10 hingga 15 knot yang terus menderu, menghambat usaha penyelamatan. Sehari semalam KM Sangihe hanya mampu memindahkan 149 penumpang Tampomas II ke kapalnya. Senin malam itu, Sekditjen Perhubungan Laut dalam siaran televisi menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin sehingga harus lego jangkar di perairan tersebut. Disebutkan juga bahwa sempat terjadi kebakaran, tapi semuanya sudah bisa diatasi. Kapal masih terapung dan para penumpang juga sudah tenang menunggu di dek. Namun nyatanya, pada hari Selasa pagi tampak masih ada asap tipis mengepul di bagian belakang kapal. Dan siang harinya api membesar kembali. KM Tampomas II akhirnya miring dan tenggelam dengan cepat di posisi 114°25′60″BT — 5°30′0″LS.Kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi, KM Sangihe, KM Adiguna Kurnia, KM Istana VI, KM Ilmamui, KM Niaga XXIX, dan beberapa kapal lain berusaha semampunya untuk menyelamatkan penumpang Tampomas II yang terapung-apung di laut setelah melompat dari kapal. Kapal Bekas yang Kurang Terawat KM Tampomas II milik Pelni ini baru melakukan pelayaran perdananya pada bulan Mei 1980. Tapi bukan berarti ini kapal baru. KM Tampomas II dengan bobot mati 2420 ton dan mampu mengangkut penumpang 1250 sampai 1500 orang ini adalah kapal bekas yang dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional, BUMN) dari Komodo Marine Jepang. Dan PT. Pelni membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Kapal ini sebelumnya bernama MV. Great Emerald dibuat di Jepang tahun 1971. Dibeli dengan harga 8.3 juta dollar AS, yang menurut beberapa pihak terlalu mahal untuk sebuah kapal bekas yang sudah berusia sepuluh tahun. Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung digeber abis untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujung Pandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kabarnya kapal ini hanya diberi waktu istirahat 4 jam saja dan harus siap untuk pelayaran berikutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun cuma bisa dilaksanakan sekedarnya, padahal mengingat usianya kapal ini butuh perawatan yang jauh lebih cermat. Pada saat pelayaran percobaannya pun, beberapa anggota DPR yang mengikutinya sempat menyaksikan sendiri dan mempertanyakan mesin kapal yang sering rusak. Keselamatan Entah Nomer Berapa Dari data terakhir disebutkan bahwa 753 orang penumpang KM Tampomas II berhasil diselamatkan termasuk awak kapal. Ditemukan 143 jenazah. Berapa sisanya yang tidak ditemukan masih menjadi tanda tanya. Penumpang yang terdaftar ada 1054 orang, namun sudah menjadi kebiasaan dan rahasia umum bahwa penumpang gelap yang naik bisa mencapai ratusan orang. Beberapa sumber menyatakan jumlah penumpang KM Tampomas II sebenarnya berjumlah 1442 orang. Bahkan koki kapal yang selamat mengaku diperintahkan atasannya agar memasak untuk 2000 orang. Penyebab kebakaran masih simpang siur, ada yang mengatakan akibat puntung rokok di ruang mesin, namun beberapa saksi mengatakan api berkobar pertama kali di geladak kendaraan. Bahan bakar yang terdapat di setiap tanki kendaraan menyebabkan api segera membesar dan merembet ke semua dek dengan cepat. Dan pada saat terjadi kebakaran para penumpang yang selamat mengatakan tidak ada alarm atau sirene tanda bahaya yang berbunyi untuk mengingatkan penumpang. Yang ada hanya pemberitahuan melalui pengeras suara agar seluruh penumpang naik ke bagian atas kapal. Begitu berada di bagian geladak terbuka, mereka dibiarkan mencari selamat sendiri2 tidak ada ABK yang membimbing. Bahkan beberapa ABK langsung mencari selamat sendiri dengan meluncurkan sekoci, diantaranya Mualim II dan Markonis II. Dari enam sekoci yang ada, yang masing2 berkapasitas 50 orang (!?), hanya dua buah (!!?) yang berhasil diturunkan. Yang mengherankan, dalam keadaan darurat seperti itu, KM Tampomas II sama sekali tidak melakukan kontak radio. Dibilang bahwa semua radio rusak! termasuk yang cadangan. KM Tampomas II juga tidak menyalakan lampu bahaya atau menembakkan peluru suar untuk meminta pertolongan kepada kapal2 yang ada disekitarnya. KM Sangihe yang pertama menemukan KM Tampomas II, baru mengetahui ada bahaya ketika mendengar bunyi ledakan di Tampomas II yang awalnya tidak dikenali karena tidak memberikan sapaan lewat radio. Lalu ada apa pula sampai nahkoda kapal Tampomas II sempat berteriak bahwa telah terjadi sabotase di atas kapal? Banyak pula muncul pertanyaan, mengapa kru kapal dalam pelayaran itu tidak lengkap? Hanya ada Kapten, Mualim II dan Markonis II. Mualim I dan Markonis I sedang cuti dan tidak dicarikan pengganti. Lebih parah lagi Mualim II dan Markonis II langsung kabur sendiri dengan sekoci hanya satu jam setelah terjadi kebakaran. Bahkan Markonis II dengan egoisnya membawa radio portabel ke dalam sekoci tanpa memikirkan bahwa lebih banyak penumpang di kapal yang membutuhkan pertolongan dari para penyelamat. Saksi bahkan sempat mendengar kemarahan Nahkoda Capt. Abdul Rivai yang berteriak "Kalau ketemu, saya cekik dia!". ABK lain yang selamat mengaku kalau mereka tidak tahu cara menurunkan sekoci, karena selama ini latihan penyelamatan yang ada tidak pernah benar2 dilakukan dengan lengkap. Hanya formalitas untuk mengisi daftar hadir. Sementara itu ada lagi pengakuan dari perwakilan pelni di Ujung Pandang bahwa saat Tampomas II baru terbakar ia sempat mendapatkan instruksi dari Jakarta agar memberikan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi di Tampomas II tidak membahayakan. Keterangan2 menyesatkan itu menyebabkan beberapa pihak yang hendak membantu proses penyelamatan mengurungkan niatnya. Tragis dan Menyedihkan Berbagai cerita tragis dari penumpang yang selamat pun dituturkan. Ada seorang ibu yang terjun ke laut dengan anaknya yang masih bayi. Ketika tahu bayinya tak bernyawa lagi, ia pun tidak berusaha mengapung lagi membiarkan dirinya tenggelam. Tapi ketika ingat anaknya yang lebih besar masih hidup, ia tersadar dan berusaha tetap hidup. Lantai geladak luar kapal yang hanya terbuat dari plat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban. Banyak penumpang panik yang tidak memakai alas kaki menjadi korban plat panas yang sedang terbakar itu. Proses penyelamatan yang lambat dan berlangsung selama 37 jam hingga kapal tenggelam membuat penumpang yang bertahan di geladak kapal harus bertahan tanpa makanan dan minuman. Dropping makanan dari udara tidak semuanya tepat pada lokasi penumpang. Terlepas dari kepengecutannya karena lari dari tanggung jawab, Mualim II dan Markonis II yang langsung menurunkan sekoci begitu mengetahui ada kebakaran ternyata juga harus menjalani penderitaan. Selama 5 hari mereka terapung2 di lautan di atas sekoci bersama sekitar 80-100 orang lainnya tanpa makanan. Sekoci yang kelebihan muatan itu bahkan sempat terbalik. Ketika berhasil dikembalikan ke posisi semula hanya tersisa 70 orang. Pada hari kelima barulah mereka menemukan daratan yaitu pulau Doang-doangan Sulawesi Selatan. Sesampai di darat 2 orang menghembuskan nafas terakhir. Capt. Abdul Rivai Sang Patriot Mungkin yang paling patut dipuji bahkan dijadikan pahlawan adalah Kapten Kapal Tampomas II ini sendiri. Capt. Abdul Rivai. Komitmen dan dedikasinya sungguh sangat menggetarkan. Dalam keterbatasannya, dialah yang paling sibuk menyelamatkan penumpang lain tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, saat ABK lain malah melarikan diri pada saat-saat awal. Saat kapal sudah mulai miring, Capt. Abdul Rivai masih tampak sibuk membagikan pelampung ke para penumpang yang tidak berani terjun ke laut. Bahkan di detik2 terakhir... saat kapal mulai tenggelam.. Capt. Abdul Rivai masih terlihat berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada kusen jendela... Benar2 seorang kapten kapal yang memegang teguh janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana. Namun malangnya, jenazah Capt Abdul Rivai sempat dikuburkan sebagai orang tak dikenal. Untunglah dari tim penyelamat ada yang teringat akan cincin bertuliskan nama Hasanah, istri Capt. Abdul Rivai, yang dikenakan salah satu jenazah tak dikenal. Jasad Capt. Abdul Rivai akhirnya dimakamkan kembali di taman makam pahlawan Kalibata Jakarta. Aksi heroik Capt. Abdul Rivai memberikan inspirasi kepada penyanyi dan penulis lagu terkenal Ebiet G. Ade untuk menulis sebuah lagu yang didedikasikan kepada sang Kapten. Di kemas dalam album kelima Ebiet yang diluncurkan di tahun 1982 bertajuk "Langkah Berikutnya". Lagu itu berjudul "Sebuah Tragedi 1981" Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda Sebentar gelap hendak turun Asap tebal rapat mengurung Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam, derak yang terbakar, dia tak diam du du du du du du du du du du du du Dia nampak sigap bergerak di balik api Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum Bila bersandar kepadaNya terasa ada tangan yang terulur Bibirnya yang kering serentak membasah Tangannya yang jantan tak kenal diam Bertanya kepadaNya, "Mesti apalagi?" Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya Atau bila segalanya harus selesai Pasrah terserah kepadaNya Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan ia telah bersumpah selamatkan semua ia rela berkorban jiwa dan raga du du du du du du du du du du du du Di tengah badai pusaran air tegak bendera Ia t'lah gugur begitu jantan, ia pahlawan Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat Taburkanlah kembang di atas kuburnya Berbelasungkawa bagi pahlawan Sumber blog 80 an
 | ORASI | Sep 28, '07 8:36 PM for everyone |
ORASI Cacing – cacing tanah bersuka cita karena bergelimangan tubuh – tubuh tanpa nyawa senjata modal tiran rakyat semua bisu birokrasi seakan tuli kelaparan jadi hiasan peminta – minta dekorasinya dengan janur para gelandangan Tapi kau berdiri angkuh Kau sombong kau buta takpernah kau lihat mereka kau acuh akan semua kau tetap berdiri gagah orasi kau anggap gosip arakan parade pawai kaum marginal seperti semut lagi pindah sarang di depan mu Buka kuping mu belalakan matamu mereka kecewa mereka prustasi mereka juga punya otot untuk menikam  | KOMENTAR NYA YAH....... | |
 | b > +++ always ... bon anniversaire :) |
 | Assalamu'alaikum ka ayooooooooooooooooong... ke mana z neh? kok ga ada kabar seh? sekarang di mana ka? kemaren, kenapa ga ikutan inagurasi??? Padahal....hix..hix..
|
 | Hi, friend...mampr yuk ke MP ku di : http://obralbuku.multiply.com Tersedia buku-buku : pendidikan anak & keluarga novel 2nd buku cerita anak komik buku resep-resep masakan interior rumah kamus fashion dll Harga??? Dijamin murah... Ada special price untuk kamu yang bertransaksi > 100rb... So, cepetan ya diorder ya..... Salam, Nia http://obralbuku.multiply.com081807760604 |
 | salam kenal, teman ... sekalian mo di-add ya :) |
 | Seriiiiiuuuuuuuuuuuus loooo??? |
 | Ayoooooong Kapan ke Rumpin nih kita?? |
 | boleh juga ingatan sejarah nya |
 | halooo lam kenal bro....tar gue tunggu dikaret ok...ha..ha.... |
 | duh bu, eh mas, eh apalah... penuh sejarah dan berbau politik yaa? sudahlah. tak apa. tapi jelas bukan aliranku. hahaha...
salam kenal dari duniaputri |
 | invite accept
penoelis toea :p |
 | Gue kerja di perusahaan jasa.jakarta
|
 | ow gt...sy suka bgt baca yg tampomas... btw,kerja d mana? |
 | yupsss..suka banget,tapi gak cuma sejarah sih segala jenis sastra juga gue suka |
 | hai.... km suka sejarah ya? kok ga ada fotonya ? |
 | salam kenal... Saya menunggu kehadiran kalian di acara bedah Novel Matahari Di Atas Gilli bersama saya - Lintang Sugianto - dan Akhmadhun Yosi Herfanda. Pada hari Minggu, tgl 18 Nopember 2007, pukul 16.00 di Pameran Indonesia Book Fair, Panggung ASSEMBLY HALL, JCC SENAYAN Jakarta. Saya tunggu....! salam Lintang Sugianto |
|